Bintang Ariyanti(05)XI AKUNTANSI 1

ADAB MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL


A.Hakikat Media Sosial
    Seorang muslim yang baik tentu akan berakhlak mulia.Ia tidak akan menyakiti orang lain, tidak mengganggu ketertiban umum, tidak menimbulkan isu, dan mampu memberikan kenyamanan terhadap orang lain. Akhlak harus terus dibiasakan baik ketika bertemu secara tatap muka atau pun melalui media yang lain.

1. Pentingnya Adab Menggunakan Media Sosial
  Media sosial adalah hal yang sudah biasa di dalam masyarakat. Di dalam menggunakan media sosial manusia bebas dan mempunyai hak yang tak terbatas.
Namun, perlu diketahui bahwa bermedia sosial harus menggunakan adab. Adab bermedia sosial sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bermedia sosial dapat menghasilkan dampak negatif dan positif. Dalam bermedia sosial perlu ada adab. Adab ini untuk menghindari dari dampak negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Harapannya dengan adab bermedia sosial ini, semua penggunaannya aman dan nyaman serta lebih bermanfaat.

2. Pengertian Adab Menggunakan Media Sosial
  Adab dalam bahasa Arab yang artinya budi pekerti, tata krama, atau sopan santun. Arti adab secara keseluruhan yaitu segala bentuk sikap, perilaku atau cara hidup yang mencerminkan nilai sopan santun, kehalusan, kebaikan, budi pekerti atau akhlak.
  Media sosial merupakan salah satu perkembangan teknologi yang memiliki adil besar dalam memberikan kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Media sosial ternyata tidak hanya dapat digunakan untuk menyambungkan silaturahmi, akan tetapi dapat digunakan untuk media jual beli, promosi, bahkan sampai kampanye. Semua dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui media sosial.
  Sehingga, adab menggunakan media sosial adalah suatu sikap dan perilaku yang harus dikedepankan ketika berinteraksi dengan orang lain ketika menggunakan media sosial.

3. Dasar Naqli
  Meskipun zaman Nabi Muhammad Saw. belum ada media sosial, tetapi rambu-rambu dalam berinteraksinya diajarkan dalam Alquran dan hadis. Diantara dalil naqli tentang menggunakan media sosial terdapat dalam Q.S. al-Hujurat: 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ 

Artinya:  Wahai orang-orang yang beriman, Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
  Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa ketika menerima sebuah informasi termasuk di dalamnya mendapatkan informasi dari media sosial, maka perlu dicek kebenaran informasi yang diterima. Pengecekan informasi tersebut bisa menanyakan ke pemberi informasi atau mengecek ke sumber-sumber resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Apabila anda mendapatkan informasi tanpa diteliti kebenarannya, seperti yang dijelaskan dalam surah al-hujurat ayat 6 agar tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohannya yang akhirnya akan menyesali perbuatan yang telah dilakukan.

4. Karakter Media Sosial
  Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini memberikan cara baru dalam berinteraksi dengan orang lain tanpa terbatas jarak dan waktu. Salah satunya dengan media sosial. Media sosial mempermudah seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa harus bersusah payah mengatur waktu untuk berjumpa dengannya. Beberapa karakter dari media sosial sebagai berikut.
a. Adanya partisipasi.
b. Adanya keterbukaan.
c. Adanya percakapan.
d. Adanya komunitas.
e. Adanya koneksi.

5. Macam-Macam Media Sosial
  Media sosial akan mendatangkan banyak manfaat jika setiap orang mampu memanfaatkannya dengan baik dan benar. Berbagai kasus tentang penipuan, gibah, menghina, bahkan penculikan, dan kemaksiatan kini banyak muncul akibat penyalahgunaan media sosial. Secara umum, media sosial dibagi atas 6 kelompok besar sebagai berikut.
a. Jejaring sosial, yaitu media sosial yang membuka kesempatan setiap orang untuk membangun akun sendiri dan terhubung dengan orang lain untuk berbagi konten ataupun informasi. Misalnya, WhatsApp, Myspace, Facebook, dan Twitter (sekarang diganti 'X').
b. Blog yaitu jurnal online yang digunakan seseorang untuk membagi tulisan, video, foto, dan lain-lain.
c. Wiki, yaitu website yang membuka kesempatan bagi tiap orang untuk menambah konten atau mengedit informasi yang terdapat di dalamnya, dan menjadikan data-data tersebut sebagai dokumen bersama. Misalnya, Wikipedia.
d. Forum, yaitu layanan yang terbuka untuk diskusi secara online. Misalnya Reddit, Quora, dan Kaskus.
e. Podcast, seperti layanan Apple iTunes.
f. Content communities, seperti Flickr,    DevianArt, dan YouTube.

B.Adab Menggunakan Media Sosial
  Sejak dahulu agama Islam telah menekankan pentingnya menjaga lisan. Meskipun Rasulullah Saw. Tidak pernah menjelaskan etika bermedia sosial secara spesifik, bukan berarti panduan bermedia sosial tidak ada dalam Islam. Setidaknya ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam bermedia sosial sebagai berikut.

1. Meluruskan Niat
  Dalam Islam, niat merupakan hal paling pokok. Sudah seharusnya setiap orang meluruskan niatnya dalam menggunakan media sosial. Apakah sesungguhnya yang dicari dan ingin didapat dari media sosial tersebut. Kita harus meluruskan niat bermedia sosial untuk mencari ridho Allah SWT..

 2. Saling Berbalas Salam
  Membalas salam merupakan etika umum bagi setiap orang terutama bagi seorang muslim. Pada penggunaan media sosial, sapaan dan pertanyaan dapat dimasukkan dalam kategori ini. Manakala seseorang mendapat sapaan, pertanyaan, komentar, atau diharapkan umpan balik dari jejaring pertemanannya, maka ia harus menjawab dengan santun.Allah SWT. berfirman:

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا

Artinya:  Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
  Kita harus memilih kata selalu menggunakan kata-kata yang baik, lembut, dan santun dalam bermedia sosial walaupun berhadapan dengan orang yang tidak sependapat atau orang yang kita benci.

3. Menggunakan Media Sosial untuk Hal yang Bermanfaat
  Media sosial pada dasarnya dapat digunakan untuk agenda kebaikan, namun dapat pula diarahkan untuk menusuk dan membinasakan nyawa orang. Kita harus dapat menggunakan media sosial untuk hal yang positif dan bermanfaat. Menyebarkan hal yang bermanfaat dan mempunyai tujuan baik berupa ilmu Amar makruf nahi mungkar dan nasihat sesuai syariat Islam.

4. Selalu Merasa Diawasi Allah SWT.
  Ketika menulis status, mengunggah, dan mengunduh serta membagi apapun di media sosial kita harus merasa senantiasa diawasi Allah SWT..Allah SWT. berfirman:

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

Artinya:  Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas (Al-Infitar: 10)

كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ

Artinya:  yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu). (Al-Infitar: 11)

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

Artinya:  Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Infitar: 12)
       
5. Mengecek Kebenaran Berita
  Kita harus mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkan berita yang kita terima dari media sosial. Kita dilarang menyebarkan hukum syariat yang belum pasti. Kita hendaknya tidak menyebar setiap berita yang didapat. Kita juga harus memilih siapa yang kita ikuti dan selalu berhati-hati karena hal tersebut adalah tanggung jawab. Kita harus memahami bahwa menjadi followers teman atau anggota grup dari sebuah kebatilan adalah haram. Barang siapa yang pernah menyebarkan kebatilan kemudian ia bertobat, maka ia wajib menjelaskan kesalahan dan kebatilan yang disebarkan.Allah SW. berfirman:

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya:  Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
 
6. Memilih Teman yang Baik
  Dalam bermedia sosial, tentu anda akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara. Pilihlah teman di media sosial yang baik untuk menambah silaturahmi, saling berbagi informasi yang baik, dan saling mengingatkan untuk melakukan kebaikan. Apabila  ada teman di media sosial mengajak ke Hal yang bertentangan ajaran agama dan norma sosial, maka anda harus berani mengatakan tidak. Banyak kasus dalam pertemanan di media sosial, terjerumus ke perbuatan yang dilarang agama dan hukum yang berlaku di Indonesia.
  
7. Menyampaikan Informasi atau Memberikan Komentar dengan Cara yang Baik
  Dalam menggunakan media sosial, seringkali Anda menyampaikan informasi. Sampaikan informasi di media sosial anda dengan cara yang baik. Begitu juga saat memberikan komentar pada setiap postingan yang ada dan sampaikan dengan cara yang baik pula.Allah SWT. berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya:  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan dalam menggunakan media sosial agar tetap nyaman.
1. Dalam berinteraksi di media sosial, saling menghormati dan menghargai antar anggota grup atau netizen.
2. Menggunakan bahasa yang santun, tidak menyinggung perasaan anggota dalam media sosial.
3. Menghindari update status atau mengupload berita berburuk sangka atau suudzon, mencari-cari kesalahan orang lain atau tajassus, dan menggunjing orang lain atau gibah.
4. Menggunakan media sosial yang sehat dengan mengupload status atau informasi di grup yang bermanfaat bagi anggota.
5. Hindari isi status atau komentar yang menyinggung SARA(suku, agama, ras, dan antar golongan). Selain itu jangan ada muatan radikalisme, intoleransi, kekerasan, terorisme.
6. Saling menghormati jika ada perbedaan pendapat.
7. Tidak memproduksi dan menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian atau hatesspeech di media sosial.

Berikut beberapa hikmah yang akan anda dapatkan jika mematuhi adab dalam bermedia sosial.
1. Terhindar dari berita hoax.
2. Mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
3. Orang lain merasa nyaman ketika melakukan silaturahmi di media sosial.
4. Terjalin hubungan yang harmonis dengan sesama.
5. Terhindar dari tindakan yang diskriminatif utamanya menyangkut unsur SARA.